Upaya Pengendalian Pemanasan Global dengan One Man One Tree

20 05 2009

Link to Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]

Siaran Pers
Nomor : S.245/PIK-1/2009

Upaya Pengendalian Perubahan Iklim dan Pemanasan Global dengan One Man One Tree

Departemen Kehutanan melakukan berbagai upaya untuk ikut serta mengendalikan perubahan iklim dan pemanasan global. Upaya yang melibatkan seluruh komponen bangsa ini pada prinsipnya adalah dengan memperbanyak pohon dan tanam-tanaman sehingga memperbanyak penyerapan unsur-unsur gas-gas berbahaya, serta melestarikan hutan yang ada. Upaya keras Departemen Kehutanan melakukan penanaman pohon secara besar-besaran dan mempertahankan keutuhan ekosistem hutan antara lain dengan :
•    Program HTI, sampai tahun 2009 telah tertanam pohon pada kawasan seluas 4,2 juta ha dari target 5 juta ha.
•    Program Gerhan sampai tahun 2009 telah tertanam pohon pada kawasan seluas 3,7 juta ha dari target 5 juta ha.
•    Program Perluasan dan Intensifikasi Hutan Rakyat sampai tahun 2009 telah tertanam 1,7 juta ha dari target 2 juta ha.
•    Pengembangan Hutan Tanaman Rakyat sampai tahun 2015 dengan target 5,4 juta ha.
•    Hutan Desa sampai dengan tahun 2015 dengan target 2,1 juta ha,
•    Hutan Kemasyarakatan sampai dengan tahun 2015 dengan target 2,1 juta ha.

Selain program tersebut, Departemen Kehutanan juga telah berupaya menurunkan laju deforestasi dan degradasi hutan dan lahan dari 2,83 juta ha/tahun pada tahun 1999-2000 menjadi 1,08 juta ha/tahun pada tahun 2000-2006, menurunkan lahan yang terdegradasi atau kritis dari 59,3 juta ha sebelum tahun 2005 menjadi 30 juta ha setelah tahun 2005. Menurunkan tingkat pencurian kayu dan perdagangan kayu illegal dari 9600 kasus pada akhir tahun 2004 menjadi 300 kasus pada akhir tahun 2008, serta mengendalikan tingkat kebakaran lahan dan hutan dengan menurunkan jumlah hotspot dari 121.622 titik pada tahun 2006, 27.247 titik tahun 2007 dan hingga 11 Nopember 2008 terpantau 17.020 titik. Dibandingan tahun 2006 di propinsi rawan kebakaran, pada tahun 2007 terjadi penurunan hotspot sebesar 78% dan pada tahun 2008 terjadi penurunan hotspot sebesar 86%.

Langkah selanjutnya, Departemen Kehutanan mengajak seluruh komponen bangsa melakukan kegiatan penanaman serentak secara nasional yang telah dimulai sejak tahun 2007 dengan target sebanyak 79 juta pohon, dan tahun 2008 dengan target sebanyak 100 juta pohon. Realisasinya, target-target tersebut ternyata terlampaui. Pohon yang berhasil ditanam melebihi target yang dicanangkan. Penanaman serentak secara nasional tahun 2007 terealisasi 86,9 juta pohon. Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon tahun 2007 sebanyak 10 juta batang, terealisasi 14,1 juta batang. Gerakan Penanaman Serentak 100 juta pohon tahun 2008 telah terealisasi sebanyak 109 juta batang (lebih dari 100%). Gerakan Perempuan Tanam dan Program Ketahanan Pangan (GPT-PKP) juga terealisasi lebih dari 100% yaitu sebesar 5.083.467 batang dari rencana 5.010.000 batang. Demikian juga kerjasama kemitraan dengan berbagai ormas keagamaan dalam penanaman pohon, telah menanam 700 juta batang pohon.

Ancaman dan permasalahan lingkungan yang dihadapi manusia saat ini adalah pemanasan global dan perubahan iklim. Indonesia memiliki peran yang penting dalam isu perubahan iklim global dengan menyediakan jasa lingkungan berupa penyerapan emisi karbon dari hutan yang ada.

Hutan Indonesia yang luasnya 120,3 juta ha diyakini mampu menyerap emisi secara signifikan. Namun demikian terjadinya deforestasi dan degradasi hutan di Indonesia juga dianggap sebagai sumber emisi karbon karena melepas CO2 ke atmosfer. Pada kondisi hutan yang baik, keberadaan hutan bermanfaat sebagai penyimpan dan penyerap emisi karbon atau Gas Rumah Kaca (GRK). Namun, pada kondisi hutan yang kurang baik, dianggap sebagai sumber emisi karbon karena melepas CO2 ke atmosfer. Menurut Stern Report, deforestasi menyumbang 18% dari emisi GRK total dunia, dan 75%-nya berasal dari negara berkembang.
Pemerintah menargetkan, pada tahun 2009 ini bangsa Indonesia mampu menanam sebanyak 230 juta batang pohon. Untuk dapat memenuhi target satu orang menanam satu pohon, bangsa Indonesia harus bekerja dan berusaha keras membangkitkan dan mengembangkan partisipasi masyarakat seluas-luasnya. Dengan perhitungan orang per orang, maka secara individu, secara keluarga, kelompok, RT, RW, Desa, Kelurahan, Kecamatan, Wilayah, hingga Pemerintah Daerah harus diupayakan berpartisipasi melakukan penanaman pohon. Kita harus mulai dari diri sendiri, kita mulai dari lingkungan kita sendiri, kita mulai dari sekarang, ONE MAN ONE TREE!

Gerakan penanaman dan pemeliharaan pohon harus terus digelorakan dan dilakukan secara kontinyu pada setiap tahun masa tanam. Dalam waktu 5 sampai 10 tahun mendatang, bangsa Indonesia akan menikmati indahnya bumi Indonesia hijau berseri.

Jakarta, 14 Mei  2009
Kepala Pusat Informasi Kehutanan,
ttd.

Masyhud
NIP. 19561028 198303 1 002

Advertisements




Gunma Safari Park Bantu Rehabilitasi Owa Jawa

14 04 2009

subscription from gedepangrango.org | subscription from gedepangrango.org

 

Bogor (ANTARA News) – Gunma Safari Park Jepang memberikan bantuan untuk rehabilitasi satwa Owa Jawa dan program penghijauan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) sebagai wujud kepedulian masyarakat Jepang pada lingkungan hidup, baik satwa maupun hutan.
Kepala Humas Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor Yulius H Suprihardo kepada ANTARA News di Bogor, Rabu, menjelaskan bahwa bantuan tersebut langsung diserahkan Direktur Gunma Safari Park Jepang Kawakami Shigehisa dalam acara penanaman pohon di Resort Bodogol TNGGP, di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.

Gunma Safari Park Jepang bersama TSI Cisarua setiap tahun melakukan kegiatan penghijauan di TNGGP Resort Cibodas, dan pada 2009 dilaksanakan di Resort Bodogol.

Sebelum dilakukan aksi penanaman pohon di Bodogol pada Selasa (7/4), Gunma Safari Park Jepang memberikan donasi sebesar 300.000 yen bagi upaya rehabilitasi Owa Jawa kepada Javan Gibbon, sedangkan 200.000 yen disumbangkan untuk mendukung peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan TNGGP, khususnya pengembangan resort model melalui yayasan Gedepahala.

Penyerahan sumbangan itu disaksikan Harianto yang mewakili Kepala Balai Gunung Gede Pangrango, Direktur TSI Frans Manansang, serta wakil dari Javan Gibbon Center, Conservation Indonesia, dan Yayasan Gedepahala serta beberapa keeper (perawat satwa) Gunma Safari Park.

Selanjutnya juga dilakukan penanaman puluhan pohon rasamala secara simbolis, sebagai awal dari penghijauan secara meluas di Resort Bodogol.

Kegiatan penghijaun seperti itu, kata Yulius H Suprihardo, telah dilakukan beberapa kali di TNGGP Cibodas, yang dirintis oleh TSI dengan mengadakan kerja sama sister park yang dilakukan sejak 2000 hingga sekarang.

Misi yang diemban adalah mengkampanyekan “Indonesia Aman”, dan sekaligus memperkenalkan satwa langka endemik Indonesia kepada masyarakat Jepang.

“Kami mengharapkan kepedulian masyarakat Jepang ini ditiru siapa saja yang punya keinginan sama pada kegiatan konservasi sehingga kelestarian TNGGP dan Owa Jawa terjaga dari kepunahan di masa depan,” katanya. (*)

[Sumber : ANTARA]

Tim Gunma Safari Park Japan Bertemu Owa Jawa

Posted: 07 Apr 2009 08:10 PM PDT

Dalam rangkaian kunjungan Gunma Safari Park Japan ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), sekitar jam 11.00 WIB Tim Gunma Safari Park Japan memulai perjalanan ke Javan Gibbon Center (JGC) di Bodogol – Bogor. Perjalanan berlangsung selama 2 (dua) jam dikarenakan mengalami kemacetan dalam perjalanan. Jam 13.00 WIB rombongan Gunma Safari Park Japan tiba di JGC.
Setelah berjalan ± 300 meter dari pinggir hutan bodogol, rombongan tiba di JGC dengan disambut oleh Anton Ario (Manager JGC). Tim Gunma Safari Park Japan langsung memasuki kawasan JGC dengan dipandu oleh Anton Ario dan bertemu owa jawa (Hylobates moloch) di pusat penyelamatan dan rehabilitasi owa jawa tersebut.
Setelah puas melihat owa jawa secara langsung, Tim Gunma beristirahat sejenak di pondok JGC dengan mencicipi jamuan kecil khas bodogol. Kegiatan di JGC pun dilanjutkan dengan acara penanaman di sekitar JGC oleh Tim Gunma Safari Park Japan, TNGGP dan juga para mitra TNGGP.

Ada kejadian yang culup menarik pada saat rombongan akan meninggalkan JGC, tepat dipinggir hutan, ada sekelompok owa jawa (sekitar 4 ekor) menampakkan diri secara langsung dengan bermain-main di atas pohon seolah mengucapkan terima kasih atas perhatiannya terhadap mereka. ? ini asli owa jawa gunung gede pangrango lho, bukan rekayasa ? begitu kata Kabid Wilayah III Bogor.  Artinya Tim Gunma Safari Park Japan dalam kesempatan tersebut bertemu owa jawa dengan dua kondisi yang berbeda, yang pertama di JGC dan juga yang ada di alam secara langsung, sungguh suatu sambutan yang luar biasa dari sang owa jawa.

[ teks & gambar © TNGGP 042009 | amk ]