Patut Untuk Kita Renungkan Jilid 3

23 04 2009

7 Tips Keluarga Harmonis September 9, 2008

Posted by Jaiman in : News, keluarga , trackback

Oleh : jaiman

<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–>

<!–[endif]–>

Keluarga bahagia adalah dambaan semua orang. Tentu saja untuk membangun keluarga bahagia dan harmonis tidak mudah, karena pada dasarnya dua individu atau lebih yang menjadi anggota keluarga memiliki kehendak dan karakter beda. Logikanya adalah kalau dua zat yang jelas-jelas berbeda secara fisik dipaksa untuk disatukan, tetap saja perbedaannya dapat dikenali dengan jelas.

Tunggu dulu, kalau dua zat tersebut memiliki sifat dasar sama bukankah bisa disenyawakan dengan baik. Misalnya dua cawan air, yang pertama berwarna merah yang satu lagi berwarna kuning. Keduanya dicampur dalam sebuah bejana, maka sifat asli keduanya akan hilang dan berubah menjadi warna lain. Nah, warna lain ini yang menjadi model keluarga hermonis dengan meninggalkan egoisme masing-masing individu sebelum menikah.

<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–>

<!–[endif]–>

 

<!–[endif]–>

Untuk membina keluarga yang harminis diperlukan tips jitu sehingga rumah tangga anda sangat indah, bagaimana caranya?mudah saja:

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Buatlah komitmen jangka panjang

Komitmen jangka panjang berarti tujuan bersama antara suami dan istri. Berjanjilah bahwa anda berdua akan mewujudkab suatu dream masa depan untuk kebahagiaan “abadi”. Apa tujuan jangka panjang anda berdua? Misalnya anda dan pasangan berkomitmen akan mewujudkan keluarga bahagia dengan anak-anak yang sukses dalam pendidikan. Mungkin yang lain ingin membukukan keabadian keluarga dalam sebuah buku mamoar dan seterusnya.

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Saling percaya

Membangun kepercayaan bukan hal yang mudah, apalagi kalau diantara pasangan pernah ada kejadian yang mengganjal diantara keduanya. Pun kalau pernah ada kejadian yang mencederai kepercayaan rumah tangga, berusahalah membangun kembali dengan cara yang anda sepakati bersama. Ingatlah bahwa tidak semua individu selalu mulus dalam membangun citra dirinya, sehingga kekhilafan yang terjadi karena kondisi eksternal perlu ditoleransi untuk segera dicari solusinya.

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Terbuka untuk curhat.

Suami istri juga sahabat yang bisa dijadikan teman curhat. Apabila istri/suami melakukan curhat, maka pasangannya harus mendengarkan. Dengan demikian akan terjalin komunikasi di antara keduanya. Walaupun curhat kadang-kadang membahas hal-hal remeh, tetapi momen ini juga baik untuk membina keharmonisan keluarga. Bagaimana dengan anak? Kadang-kadang kita melupakan curhat anak-anak kita, padahal hal ini sama pentingnya. Kalau anak ada keinginan curhat dengan orang tuanya, kita wajib mendengarkan karena dia juga memerlukan media curhat yang sehat dan representatif. Ingat, apabila keinginannya tidak mendapatkan respon positif dari orang tua, bisa jadi mereka akan melakukannya dengan cara diluar kontrol.

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Saling memaafkan dan beroriantasi solusi

Yang pasti kita bukan malaikat yang tidak akan melakukan kesalahan. Kesalahan dan kekhilafan sangat mungkin terjadi diantara suami dan istri. Yang penting adalah segera menyadari akar permasalahan, saling memaafkan dan mencari solusi untuk mengembalikan kehangatan hubungan suami-istri. Jangan ada kekerasan hati, tetapi diantara keduanya saling memaafkan atau minimal salah satu diantara mereka ada yang berlunak hati untuk memaafkan.

<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>Saling memberi hadiah pada momen khusus

Anda pasti merasa happy apabila pasangan memberikan hadiah pada momen istimewa, hari ulang tahun, ulang tahun perkawinan, promosi dan seterusnya. Hadiah adalah wujud apresiasi terhadap pasangannya. Dalam pemberian hadiah tidak akan dipermasalahkan nilainya, tetapi ketulusan hati dan apresiasi menjadi nilai yang sangat tinggi. Dengan hadiah kehangatan hubungan suami istri akan tetap terjaga.

<!–[if !supportLists]–>6. <!–[endif]–>Berdua pada saat istimewa

Saat berdua biasnaya sangat sulit didapatkan apabila keluarga sudah memiliki anak, karena mereka menyita waktu yang cukup banyak. Pun demikian, momen itu masih tetap diciptakan walaupun intensitasnya agak sulit. Tetap saja usahakan momen ini ada, apakah sebulan sekali atau pada ulang tahun perkawinan. Tentu sangat indah mengenang saat pertama berkenalan, pacaran dan seterusnya, seolah hal ini masih ada walaupun sudah menjadi suami istri.

<!–[if !supportLists]–>7. <!–[endif]–>Kalimat sakti

Buatlan pasangan anda senang dengan kalimat sakti. Kalimat sakti bisa mermacam-macam ssuai dengan karakter keluarga. Bisa “I love you”. “I miss you”. “You are my hero” dan seterusnya. Kalimat sakti menjadi sangat special pada saat pasangan sedang berjauhan atau menjalankan tugas luar kota dalam jangka waktu tertentu

Advertisements




Patut Untuk Kita Renungkan Jilid 2

23 04 2009

14 Tips Mendeteksi Suami Selingkuh


Tips ini didapatkan dari seorang isteri yang sedang dalam dilema bagi meluluskan permohonan suaminya untuk berpoligami secara resmi.

Walaupun suaminya dah menikah di Thailand akhir tahun lalu, tapi sekarang dalam proses untuk mendaftar di Malaysia. Isteri bersangkutan ingin sharing sedikit pengalaman dengan kamu2 yang isteri-isteri dan calon2 isteri.

Quote:

1. Tahu gak siapa yang berpotensi untuk menjadi Selingkuh suami kamu? – teman akrab, rekan sekerja yang selalu hangout bersama dan juga kekasih lama.

2. Kekasih lama – tanpa mengetahui apa sebab sang suami berpisah dengan dia, sebenarnya is a bigger threat. Suami mungkin masih ada rasa cinta kepada kekasih lama. Jika tiba-tiba bertemu semula, ati2 deh! Memang perasaan cinta itu akan timbul semula lebih2lagi kalau kekasihnya itu pun memang menyukai suami kamu.

3. Bila suami mulai keren, jaga badan dan berdandan – tidak seperti biasanya, sembrono atau sebelumnya gak terlalu mempermasalahkan penampilan diri! Ini menunjukkan suami dah mulai beri perhatian kepada somebody.

4. HP selalu silent atau dilock password kalau lagi dirumah – memang ada yang dia sembunyikan. Usahakan periksa sekali handphonenya tu! Kalau ada sms yang mencurigakan, tanya dia. Atau ada sms yang sulit dimengerti, kadang itu adalah kode rahasia mereka berdua.

5. Suami pakai dua handphone atau lebih! Ini memang perlu diragukan! Apalagi kalau handphone satu lagi selalu off kalau di rumah!

6. Suami mulai dingin ditempat tidur! atau mulai komplain2 kelemahan kamu, mulai komplain kamu tak pandai inu tak pandai itu! Kalau tak komplain pun, dia masam muka.

7. Suami sering termenung sendiri sambil senyum2…haa, ini baru mula menjalin hubungan..

8. Suami mulai pelupa!…otaknya berputar2 dan asyik ingat girlfriend dia, jadi banyak benda yang dia lupa.

9. Kalau kamu pengen ikut keluar, dia banyak alasan klo kamu gak usah ikut! mungkin dia dah ada janji dengan selingkuhannya. Biarpun girlfriendnya tuh jauh, lha…sekarang ni kan dah ada air asia !!!

10. Memberi perhatian lebih pada kamu…ha! ini sebenarnya nak menutup2i mata dan rasa bersalah agar dia boleh alihkan segala rasa curiga.

11. Selalu tidur telat – nah, mungkin aja dia hendak bersms dengan kekasihnya! Biasanya lewat malam tu masa yang paling baik untuk menimbulkan suasana romantis.

12. Mulai tergagap-gagap kalo menjawab pertanyaan kamu yang tiba-tiba, misalnya tanya kenapa sekarang tiba2 sangat perhatian ama penampilan….

13. Mulai tak terlalu ambil peduli pada anak-anak padahal selama ini dia sangat perhatian hal anak-anak.

14. Rajin banget ngantar anak ke sekolah/kursus/acara2 olahraga/dll waktu cuti dan isteri lagi di rumah. Masa ni biasanya paling pas buat menghubungi kekasihnya.

Sisters, saya bukannya mo ngejudge terhadap lelaki atau suami kamu. Tapi percayalah, kalau suami mulai menunjukkan beberapa gejala di atas sudah bolehlah ati2!!! Biarpun suami kamu itu jenis yang terkenal alim dan rajin sembahyang!! Ini betul!

5 Tips Menghadapi Pasangan Selingkuh PDF Print E-mail
Oleh Andi Subagio, Total Hits: 540

selingkuh

Tak ada yang lebih menyakitkan hati dibandingkan jika pasangan kita berselingkuh. Begitu banyak informasi yang tersedia mengenai apa yang harus Anda lakukan bila suami berselingkuh, namun amat sedikit yang menulis tentang hal-hal yang tidak boleh Anda lakukan.

Jika Anda belum yakin 100 persen bahwa suami Anda berselingkuh, sebelum mengambil keputusan penting, sebaiknya fokuskan perhatian terlebih dahulu pada apa yang TIDAK boleh Anda lakukan. Hal ini sulit karena biasanya wanita akan bersikap membabi buta bila mengetahui suami mereka berselingkuh. Ketika perasaan marah, sakit hati, dan keinginan membalas dendam berkecamuk, pikiran sehat sering tersampingkan. Berikut ini 5 hal yang TIDAK boleh dilakukan, lengkap dengan alasannya.

1. Jangan mengusir atau meninggalkannya

Sebagai langkah pertama, hindari mengusir suami, apalagi meninggalkannya. Kedua hal ini merupakan hal terakhir yang boleh Anda lakukan kalau memang diperlukan. Saat ini yang perlu dilakukan adalah memerhatikan dan mengawasi apa yang terjadi, sambil mengumpulkan fakta. Hal ini lebih mudah dilakukan bila Anda masih tinggal di dalam satu rumah. Jika Anda mengusirnya atau Anda yang meninggalkan rumah, akan sulit melacak apa yang dilakukannya.

2. Jangan ceritakan kepada semua orang

Wajar bila Anda ingin menceritakan perselingkuhan suami pada seseorang atau mencari dukungan, baik dari teman ataupun keluarga. Tetapi berhati-hatilah dengan apa yang Anda ceritakan. Bila Anda bercerita pada teman wanita, biasanya dia akan menceritakan lagi pada teman yang lain. Pastikan orang yang Anda jadikan tempat curhat adalah orang yang benar-benar bisa dipercaya dan mau memegang teguh rahasia. Sebaiknya jangan menceritakannya kepada teman lelaki Anda karena hal ini akan membuat situasi lebih sulit karena tak jarang mereka akan mengambil kesempatan.

3. Jangan pura-pura tidak terjadi apa-apa

Bila Anda bersikap mengabaikan, hal ini hanya akan membuat situasi semakin buruk. Sepedih apa pun rasanya mengetahui suami berselingkuh, Anda tetap harus menghadapi kenyataan. Mengabaikan ketidaksetiaannya memberi peluang kepadanya untuk tetap menikmati perselingkuhannya. Berpura-pura tidak ada perselingkuhan yang dilakukan oleh suami akan membuatnya berpikir Anda tidak berkeberatan dan menerima perselingkuhan yang dilakukannya. Pada saat-saat tertentu Anda harus dengan tegas mengatakan kepada suami, Anda mengetahui perselingkuhannya dan memintanya dengan tegas untuk menghentikan perselingkuhannya.

4. Jangan mengkonfrontirnya tanpa bukti

Banyak ahli berpendapat, Anda harus mengkonfrontir suami mengenai perselingkuhannya. Tetapi untuk pelaksanaannya, Anda harus mempunyai rencana matang. Pilih waktu dan tempat yang aman agar pembicaraan tidak mendapat gangguan. JANGAN tanyakan kepada suami apakah dia berselingkuh. Dia pasti tidak akan mengaku. Perlihatkan bukti-bukti yang sudah Anda kumpulkan baik berupa nama, tanggal, tempat, telepon, dan lainnya. Lalu ajukan beberapa pertanyaan kepadanya, semisal mengapa dia melakukannya, bagaimana awal mula kejadiannya, berapa lama perselingkuhan ini sudah terjadi, bagaimana perasaannya terhadap selingkuhannya, dan apa yang akan dilakukannya setelah Anda mengetahui perbuatannya.

5. Jangan terobsesi pada selingkuhannya

Wajar saja bila Anda ingin tahu tentang jati diri wanita itu, tapi jangan sampai waktu dan tenaga Anda terbuang hanya karena wanita tersebut. Jangan terobsesi pada keingintahuan Anda terhadap apa yang mereka lakukan secara rinci. Konsentrasikan pikiran pada bagaimana cara mengatasi masalah ini untuk Anda berdua. Jangan permalukan atau membuat frustrasi diri Anda dengan menyebut bahkan melabrak wanita selingkuhannya dan menuntut wanita tersebut meninggalkan suami Anda. Dia tidak berkewajiban untuk mengikuti perintah Anda.

Mengganggu atau mengancamnya malah akan membahayakan Anda. Bila salah langkah malah bisa menyeret Anda ke pengadilan. Menghina, mengeritik, atau meremehkannya justru akan membuat suami Anda membelanya. Anda akan membuat hubungan mereka semakin dekat. Lupakan wanita selingkuhannya dan pusatkan tenaga serta usaha Anda untuk mengembalikan pernikahan Anda seperti semula





Patut Untuk Kita Renungkan..

21 04 2009
Selingkuh Emosional? Kenali Tanda-Tandanya! Print E-mail
Written by Fanya Ardianto
 
Gara-gara lagi ngerjakan TA yang berkutat di seputar masalah emosional, aku jadi ketimbun sama buku-buku dan artikel-artikel yang membahas segala sesuatu tentang seluk-beluk emosi (emosi manusia maksudnya, sejauh ini belum tertarik buat mempelajari emosi hewan, hehe). Nah, salah satu yang aku baca adalah Emotional Infidelity atau ketidak-setiaan emosional (istilah populer dari ‘tidak setia’ kan selingkuh, yo wes aku artiin aja jadi selingkuh emosional :p).

Ternyata, menurut sumber yang aku baca, perselingkuhan yang sebenarnya, hampir semuanya diawali dari yang namanya selingkuh emosional. Tapi, rata-rata mereka yang terjebak perselingkuhan itu, pada awalnya tidak menyadari bahwa mereka telah terlebih dahulu terjebak dalam perselingkuhan emosional. Karena biasanya, mereka secara tidak sadar berlindung dalam salah satu ‘tameng ego’ yang disebut defense mekanisme dengan selalu mengatakan kepada diri sendiri dan pasangan bahwa “dia cuman teman!”.

Padahal, dalam era ‘campur-aduk’ sekarang ini, dimana segala bentuk komunikasi antara pria dan wanita tidak dibatasi apapun, siapapun (termasuk kita) rentan terjerumus tanpa sengaja dalam perselingkuhan emosional. Sebab menurut ahli, perselingkuhan emosional dapat dimulai dari mana saja dan dengan sapaan yang paling sederhana seperti ‘hai atau halo’, bisa dimulai dari ruang rapat, lobi kantor, halte bis atau bahkan dari chatroom. <<Lanjut Ya>>

 

Karena itu, agar kita tidak semakin tertarik jauh ke dalam lingkaran perselingkuhan yang sebenarnya, yuk kenali tanda-tanda perselingkuhan emosional itu. Kalau ternyata kita merasakan salah satu tandanya sedang berproses dalam kehidupan kita, ya mari kita sadar :D, tapi kalau ternyata tidak ada satupun dari tanda-tanda itu sedang terjadi dalam diri kita, ya mari kita bersyukur dan senantiasa meningkatkan ‘kewaspadaan diri’, hehe…

1. Mulai Berahasia
Setiap orang memiliki rahasia, itu hal yang wajar dan memang diperbolehkan. Tapi coba diingat-ingat, apakah Anda mulai menutupi sedikit demi sedikit hubungan pertemanan Anda dengan seseorang kepada pasangan (suami/istri)? Jika iya, coba tanyakan mengapa? Lalu tanyakan juga, apakah Anda mulai menutupi detil-detil dari hubungan pertemanan itu? Seperti misalnya, ketika pasangan bertanya “kapan terakhir kontak sama A?” (anggap aja A ini seseorang yang aku sebut tadi) lalu Anda jawab “wah, sudah lupa, wong sudah lama banget”, padahal kenyataannya baru dua jam yang lalu Anda telpon-telponan sama si A itu. Meski mungkin Anda punya tujuan tertentu untuk berbohong (anggap saja menurut Anda itu demi kebaikan), Anda harus mulai waspada, benarkah kebohongan itu untuk kebaikan seperti yang Anda maksudkan? Kata seorang ahli, pasangan seharusnya tidak berahasia dengan pasangannya tentang teman akrabnya, meski hal itu dirasakan akan menyakiti hati, membuat marah atau membuat cemburu. Kejujuran dan kepercayaan seperti ini adalah syarat yang tak bisa ditawar, dikalahkan atau dikorbankan dalam membina suatu rumah tangga.

2. Memindahkan Kepercayaan
Setiap orang, terlebih yang namanya wanita, pasti memerlukan tempat untuk mencurahkan perasaan (curhat) saat sedang dirundung suatu permasalahan. Tapi coba dipikir kembali, apakah Anda mulai mencurahkan hal-hal yang seharusnya menjadi rahasia rumah tangga kepada pihak luar (terlebih kepada lawan jenis)? Hal-hal seperti keintiman seksual, perbedaan yang tak bisa didamaikan, soal finansial rumah tangga atau detail mengenai kelemahan pasangan, tak boleh dipercayakan kepada orang lain. Kalau Anda merasa mulai mengeluhkan pasangan Anda kepada teman (yang berbeda jenis kelamin dengan Anda), hati-hati, sebaiknya jangan diteruskan. Tapi kalau Anda protes “gimana dong? curhat sama dia bikin perasaan plong, dia bisa ngertiin aku”, itu artinya Anda memang sudah tidak setia secara emosional kepada pasangan Anda.

3. Mulai Membandingkan
Lalu, coba dipikir-pikir juga, apakah akhir-akhir ini Anda secara sadar atau tidak mulai membandingkan pasangan Anda dengan orang lain? Misalnya saja pembandingan itu hanya sebatas angan-angan Anda seperti “seandainya istriku seseksi si A” atau “coba klo suamiku sesabar si B”. Hanya dalam angan saja, kebiasaan membandingkan sudah dapat dikategorikan sebagai cikal bakal ketidak-setiaan, apalagi kalau sampai terucap. Sekali dua kali membandingkan mungkin tidak jadi masalah, tapi kalau jadi kebiasaan, itu adalah tanda bahaya. Karena seseorang yang terbiasa membandingkan akan semakin merasa tidak puas terhadap pasangannya.

4. Kualitas Waktu
Waktu seperti apa yang biasa Anda habiskan bersama pasangan Anda? Apakah sebatas kewajiban sebagai suami istri? Apakah hanya melakukan rutinitas? Apakah hanya berdasarkan keharusan seperti pergi ke suatu acara demi anak-anak? Atau apakah Anda masih suka kencan berdua, tanpa anak, tanpa keluarga atau teman lainnya? Lalu coba diingat-ingat, apakah Anda terlibat dengan aktivitas-aktivitas di luar tanpa pasangan Anda? Seperti seperti melobi tamu kantor di sebuah cafe yang biasanya mengorbankan waktu untuk pasangan/keluarga? Apalagi jika kencan seperti itu dilakukan hanya berdua saja dengan partner berbeda jenis kelamin, hati-hati, sebaiknya ajaklah banyak teman atau pasangan Anda, atau jangan lakukan sama sekali.

5. Mulai Tertarik
Sekarang, coba jujur pada diri sendiri. Apakah Anda mulai tertarik pada salah seorang teman Anda karena penampilan istimewanya? Atau apakah Anda mulai tertarik pada caranya melakukan sesuatu? Atau pada caranya menyapa Anda? Jika iya, pejamkan mata dan tarik nafas panjang, kembalilah fokuskan perhatian emosional Anda hanya pada pasangan Anda. Dan jangan lupa banyak-banyaklah berdoa untuk dijauhkan dari godaan-godaan emosi semacam itu.

Jika dalam kehidupan pernikahan Anda, ada salah satu saja dari ke-5 hal di atas, cobalah sadar, jangan berusaha berlindung dibalik tameng ego dengan mencoba mencari pembenaran atas apa yang Anda lakukan. Dan bila ada 3 dari 5 hal di atas dalam kehidupan pernikahan Anda, jangan tunda lagi, segera cari bantuan profesional, bisa pemuka agama atau konselor perkawinan.

Selanjutnya, coba simak beberapa tips berikut, agar ikatan emosional Anda dan pasangan Anda terjalin semakin kuat:

  1. Hargailah pasangan Anda dengan mulai lebih terbuka kepada pasangan tentang teman-teman lawan jenis Anda. Jangan rahasiakan hal-hal sekecil apapun yang Anda lakukan bersama teman Anda itu. Hal ini untuk menunjukkan bahwa tak ada yang istimewa antara Anda dan teman Anda yang pantas Anda tutupi dari pasangan Anda. Dengan kata lain, tak ada orang lain yang membuat Anda rela membohongi belahan jiwa Anda.
  2. Jagalah rahasia pasangan Anda. Jika ada hal-hal yang membuat Anda kecewa, coba bicarakan secara terbuka dengan pasangan. Ungkapkan kekecewaan dan harapan Anda secara sportif. Tunjukkan bahwa meski dia telah membuat Anda kecewa, tapi Anda masih menyayanginya dan akan selalu memberinya kesempatan untuk memperbaiki diri. Atau kalau kelemahan itu bukan sesuatu yang bisa diperbaiki, maka maafkanlah, dan terimalah pasangan Anda seperti apa adanya.
  3. Berhentilah membandingkan pasangan Anda dengan orang lain, meski itu hanya dalam hayalan! Kebiasaan membandingkan, tanpa Anda sadari hanya akan membuat cinta Anda kepada pasangan semakin mengecil. Pasangan Anda mungkin memang bukan yang terbaik, tapi yakinilah bahwa dia adalah yang terbaik untuk Anda. Falsafah ini, selain akan menambah rasa sayang Anda terhadap pasangan, juga akan membuat Anda sadar diri dan berhenti berfikir “saya seharusnya mendapat yang lebih baik”.
  4. Mungkin Anda adalah orang yang super sibuk, sehingga 24 jam sehari 7 hari seminggu rasanya tak cukup untuk mengkaver kesibukan Anda itu. Tapi seberapapun sibuknya Anda, cobalah untuk lebih banyak meluangkan waktu untuk pasangan. Misalnya duduk berdua saja selama 30 menit setiap hari untuk ngobrol apa saja, saat anak-anak sudah tidur. Atau manfaatkan akhir pekan untuk kencan berdua dengan pasangan, tanpa harus membicarakan soal anak, rumah tangga apalagi pekerjaan. Atau luangkan satu jam waktu Anda di hari Minggu untuk melakukan aktivitas berdua dengan pasangan, misalnya memasak atau mencuci pakaian atau aktivitas lain yang kelihatannya sepele tapi jika dilakukan bersama dengan pasangan akan menimbulkan kedekatan secara emosional.
  5. Tunjukkan komitmen kepada pasangan Anda setiap hari. Lakukan sesuatu yang bermakna untuk pasangan Anda setiap hari. Bisa berupa pesan cinta atau menelpon. Jangan jadikan kebiasaan ini sebagai beban, tapi jadikanlah sebagai kebiasaan yang menyenangkan. Melakukan sesuatu untuk pasangan mengingatkan Anda di sepanjang hari, betapa istimewanya dia untuk Anda. Fokus pada hal-hal manis yang dilakukan pasangan Anda untuk Anda, dan ingat, bahwa agar hubungan bisa tumbuh dan berkembang, diperlukan waktu dan usaha. Simpan banyak foto pasangan Anda dan anak-anak Anda di meja kerja/kantor sebagai peringatan visual kepada Anda dan orang lain tentang prioritas Anda.
  6. Jika harus pergi ke luar kota untuk melaksanakan tugas kantor, letakkan beberapa foto pasangan atau keluarga Anda di kamar hotel. Anda memang tak perlu foto untuk menghindari perselingkuhan, tapi perlu diselubungi cinta, dan foto-foto itu dapat membantu Anda untuk tetap fokus, bahwa betapa banyak cinta yang Anda miliki dalam hidup Anda, bahkan ketika keluarga Anda jauh di mata.